Siti Fadia Silva Ramadhanti sedih berat gagal turun di Piala Uber 2020. Tetapi untuk kesehatan dia tulus.
Indonesia menarik diri dari keikutsertaan di final Piala Thomas & Uber 2020. Mereka gagal tampil sebab cemas kesehatan atletnya karena epidemi COVID-19.

Bersamaan itu, BWF pada akhirnya putuskan untuk tunda acara itu dengan fakta keamanan olahragawan.

Buat Fadia, tempat ini adalah pertama kali seandainya dia dikirim bertanding di Piala Uber 2020. Karena, PBSI sendiri belum memberitahukan tim penting, hingga kemudian ada ketetapan mundur serta penangguhan kejuaraan yang semestinya berjalan di Aarhus, 3-11 Oktober.

“Rasa-rasanya kemungkinan seperti nyesak ya sebab sebetulnya ingin main,” kata Fadia saat dikontak pewarta.

“Tetapi lihat kesehatan yang penting sebab sebelum pergi juga teringat disananya (semacam apa) telah takut lebih dulu sebab COVID (-19) ini,” sambungnya.

Untuk alternatifnya, Fadia, yang berpasangan dengan Ribka Sugiarto, menjelaskan akan mengoptimalkan waktu dengan melakukan perbaikan kekurangan.

“Tentu latihan terus. Tempo hari juga pernah ada simulasi Piala Thomas serta Uber jadi tahu dimana kekurangannya serta tahu apa yang perlu dievaluasi serta dilatih di lapangannya,” ia menerangkan.

Siti Fadia/Ribka tertera tidak terkalahkan di Mola TV PBSI Thomas & Uber Cup Simulation 2020. “Pokoknya masih menjaga fisiknya. Kemungkinan minum dan makan vitaminnya yang penting, tidur jangan malam-malam, paling lamban jam 22.00 WIB,”

“Nah, agar tidak jemu ya kumpul-kumpul dengan rekan, main sepeda. Soalnya telah enam bulan engga bisa pulang ,” tutur ia lagi.