Suzuki suka dengan performa ke-2 pembalapnya sekarang ini. Mereka akan biarkan Joan Mir serta Alex Rins berkompetisi sehat ke arah titel juara dunia MotoGP 2020.
MotoGP 2020 benar-benar penuh surprise saat tidak ada Marc Marquez yang mangkir panjang sebab luka. Kompetisi bertambah lebih panas terhitung ada Joan Mir di pucuk klassemen sekarang ini.

Dengan tinggal tersisa 3 balapan kembali, Mir unggul 14 point atas Fabio Quartararo di urutan ke-2 serta punyai kesempatan besar. Ini pasti jadi surprise mengingat Suzuki sejauh ini sering ketinggalan dari Honda, Yamaha, atau Ducati.

Bahkan juga dengan matematis, rekanan segrup Mir, Alex Rins, yang ada di urutan ke-6 klassemen tetap punyai kesempatan sebab hanya berbeda 32 point. Situasi semacam ini terang jarang dirasakan sama Suzuki.

Oleh karena itu, Suzuki harus pandai-pandai mengendalikan taktik untuk mengantar pembalapnya menjadi juara dunia. Menyaksikan situasi sekarang ini, lumrah bila Suzuki akan memprioritaskan Mir daripada Alex Rins.

Tetapi, Suzuki belum ingin untuk lakukan tim order untuk menolong Joan Mir. Yang ada Suzuki biarkan dahulu ke-2 nya berkompetisi dengan sehat sampai race paling akhir di Portugal.

“Saya mengharap punyai permasalahan semacam ini tiap musimnya,” tutur manager team Suzuki Ecstar, Davide Brivio, seperti diambil GP One.

“Saat 2 pembalap sama berkesempatan menjadi juara dunia, karena itu kami tidak ingin lakukan tim order. Salah satu taktik yang kami punyai ialah sama-sama rekanan segrup harus sama-sama menghargai di trek, mereka harus sama-sama mengoreksi keduanya,” tambahnya.

“Suzuki benar-benar tidak senang tim order, kami ngomong ke beberapa pembalap kami: Mudah-mudahan yang terhebat jadi pemenangnya. Kemungkinan kita dapat bahas masalah tim order saat hanya ada 1 pembalap yang berkesempatan juara di seri paling akhir..”

“Kemungkinan begitu klise, bila memikir lebih bagus menjadi juara tiada kontribusi serta atas kekuatan mereka sendiri. Untuk sekarang ini, tidak ada tim order,” tutup Brivio masalah kompetisi Joan Mir serta Alex Rins.

Maverick Vinales hanya ketinggalan 19 point dari Joan Mir dalam pemburuan gelar MotoGP 2020. Tetapi pembalap Yamaha itu tidak percaya dapat mendahului kompatriotnya itu.
Di MotoGP Teruel akhir pekan lalu, Vinales cuman finish di posisi ke-7 , walau sebenarnya dia start dari grid ke-4. Sedang Mir, yang start di posisi keduabelas, malah sukses mendahuluinya serta pada akhirnya finish di posisi ke-3 .

Tidak hanya itu, dari 11 balapan yang sudah habis musim ini, Vinales cuman sanggup naik tribune 3x. Banding dengan Mir, yang dengan kecepatan Suzuki GSX-RR kepunyaannya sanggup naik tribune 6 kali.

Dengan sisa 3 seri, Vinales masih menjadi juara dunia. Mengumpulkan 118 point selama ini, dia masih dapat mendahului Mir yang telah mendapatkan 137 point. Tetapi ketentuannya lumayan berat.

Tidak hanya harus meraih tribune di semuanya seri, dia harus juga mengharap Mir tidak berhasil naik tribune

Belum juga beberapa kompetitor seperti Fabio Quartararo, Franco Morbidelli, sampai Andrea Dovizioso harus juga tidak berhasil. Nah, situasi itu malah disangsikan Vinales dapat berlangsung.

“Mustahil dengan motor yang kami punyai saat ini,” kata Vinales waktu ditanyakan apa kemungkinan dia memburu point Mir, seperti diambil Motorsport.

“Suzuki saat ini di tingkat yang lain. Kami tidak dapat lakukan apa-apa. Kami hanya dapat berdoa supaya motor kami prima di Valencia, punyai start prima di situ, balapan di posisi paling depan, serta saksikan apa kami akan disalip atau mungkin tidak.”

“Saya pengin coba kembali lagi fresh, memberikan masukan ke team saya di paddock, supaya mereka dapat mempersiapkan motor terbaik. ”

“Kami tidak punyai senjata yang pas untuk menantang Suzuki, sebab keliatannya mereka dapat membelok lebih cepat, lebih punyai kecepatan di kelokan, serta tidak demikian melebar waktu menikung,” kata pembalap 25 tahun asal Spanyol itu.

Awalnya, pernyataan pesimis keluar dari Dovizioso. Pembalap Ducati itu berasa tidak akan mempunyai kesempatan jadi juara dunia MotoGP 2020.

Fabio Quartararo lemah di MotoGP Aragon 2020. Gara-garanya ialah desakan ban. Dia juga sampai kehilangan status puncak klasemen. Tetapi masihlah ada untungnya.

Quartararo memulai race di Aragon, Minggu (18/10/2020), dari status paling depan. Startnya pun tidak buruk meskipun langsung turun ke urutan ke-2 di lap pertama kali.

Tetapi, perlahan status pembalap Petronas Yamaha SRT itu terus turun. Pembalap untuk pembalap pesaing silih bertukar mengasapi Quartararo hingga kemudian dia terklasifikasi finish di status ke-18.

Start di status paling depan lalu finish ke-18, Fabio Quartararo kok lemah? Lacak punyai lacak, dia alami kesusahan dengan ban depan motornya. Dengan detil, desakan angin ban depan.

“Kami harus cari tahu mengapa desakan ban depannya betul-betul di luar kendali, tidak seperti umumnya. Itu aneh sekali.

Kami sebetulnya punyai kecepatan untuk berkompetisi, kemungkinan bukan buat tribune tetapi status 5 atau 6,” katanya seperti dikutip Jatuh, selesai MotoGP Aragon 2020.

“Itu akan jadi hasil yang baik, tetapi sama seperti yang saya katakan barusan ban depannya di luar kendali serta kami tidak tahu mengapa dapat demikian.

Ini ialah suatu hal yang perlu kami (selidik) untuk race selanjutnya,” tambah Fabio Quartararo.

Lemah di Aragon hingga kehilangan kesempatan berkompetisi di muka serta finish di luar zone point,

pembalap 21 tahun asal Prancis itu kehilangan status di pucuk klasemen. Quartararo digeser Joan Mir yang finish ke-3 di Le Mans.

Mengacu klasemen MotoGP 2020 untuk sesaat, Fabio Quartararo sekarang mengumpulkan 115 point untuk duduk di urutan ke-2,

di bawah Joan Mir yang punyai 121 point. Tetapi masihlah ada untungnya.

Quartararo sangat tidak masih di atas Maverick Vinales (109 point) serta Andrea Dovizioso (106 poin), sesudah ke-2 pesaing beratnya itu tidak sanggup naik tribune di Aragon.

“Ini hari (balapan di Aragon) menjadi satu musibah tetapi dapat saja lebih kurang baik apabila Mir menang, Maverick Vinales ke-2 , Dovi ke-3 (di Aragon).

Di tengah ada hasil negatif, kami harus memikir tentang hal positif sekecil apa saja yang kami miliki ini hari yaitu jika ke-2 Alex (Rins serta Marquez) finish di muka Joan (Mir),” tutur Fabio Quartararo.

 

Honda sudah memutuskan untuk tidak lagi memasok mesin di Formula 1 ketika musim 2021 berakhir nanti.

Dua tim Red Bull Racing dan Scuderia AlphaTauri harus bersiap mencari penyuplai mesin baru.

Setelah diusut, alasan Honda meninggalkan dunia balap mobil berbahan bakar fosil itu adalah demi menggapai visi ramah lingkungan pada tahun 2030.

Kalau memang begitu, apakah nasib tim Honda di kancah balap MotoGP juga akan bernasib sama?

Performa Honda di musim ini juga bukan jadi rahasia lagi berada jauh dari bagus.

Dari 8 balapan tak satupun ada rider Honda yang naik podium bersamaan dengan menepinya Marc Marquez dari lintasan akibat cedera.

Melihat misi Honda meninggalkan F1 jelas mereka mempertimbangkan citranya di pasar sebagai pabrikan yang ramah lingkungan.

Honda sebagai produksi mobil juga berjuang untuk mendapatkan pasar mobil listrik di Amerika Serikat dan Eropa.

Sementara itu untuk nasib Honda MotoGP tampaknya masih panjang.

Bicara pasar motor, Honda memang tak begitu jaya di bumi bagian barat, tapi di Asia,

Honda masih membutuhkan panggung MotoGP untuk tetap menguasai pasar Asia.

Tahun lalu Honda memproduksi 20 juta lebih sepeda motor dan 40 persennya pendapatan dari Indonesia dan India saja.

Negara lain yang penjualannya cukup bagus untuk Honda adalah China dan Vietnam.

Alasan lain yang membuat penggemar Honda di MotoGP tak perlu khawatir adalah produksi mesin.

Mesin MotoGP Honda dibuat secara mandiri oleh Honda Racing Corporation dan todak angsung terpaut

dengan Honda Motor Company sebagai induknya. Jadi keterlibatan Honda di MotoGP tidak menggangu visi Honda menjadi pabrikan pengasil kendaraan ramah lingkungan.

Mundurnya dari MotoGP justru menjadi lembaran baru untuk tim MotoGP. Anggaran Honda di F1 dapat dialihkan ke MotoGP yang sedang mengalami tahun yang buruk.

MotoGP 2020 selama ini berjalan ketat, bersamaan absennya Marc Marquez. Bila The Baby Alien tampil, balapan dipandang akan semakin lebih susah.
Marquez tertimpa apes semenjak awal MotoGP 2020 diadakan. Pembalap Repsol Honda itu alami luka lengan tangan, selesai crash di MotoGP Jerez.

Saat itu, Marquez alami crash sampai lengannya patah. Pernah sembuh, pembalap Spanyol itu kembali lagi luka sebab tangannya memaksakan buka pintu tempat tinggalnya.

Di 7 seri sesudahnya, Marquez juga belum membalap lagi. Juara dunia MotoGP 6x itu terus mengembalikan situasi lengannya.

Bertepatan dengan absennya Marquez, kompetisi di MotoGP 2020 berjalan ketat. Ada 6 juara dari delapan race yang telah diadakan.

Pembalap Petronas Yamaha SRT Fabio Quartararo dapat mendapatkan tiga kemenangan

bekasnya dicapai Andrea Dovizioso, Brad Binder, Miguel Oliveira, Franco Morbidelli, serta paling akhir Maverick Vinales.

Quartararo juga pimpin klassemen MotoGP dengan perolehan 108 point, dibuntuti Dovizioso (100) serta Vinales (90).

Dani Pedrosa, yang bekas pembalap Repsol Honda, menyebutkan kejuaraan akan semakin lebih susah dengan kehadiran Marquez. Tetapi, dia tidak menolak jika kompetisi sekarang ini cuku menarik.

“Saya pikirkan kejuaraan tersebut benar-benar bersaing, sebab level yang Anda melihat tiap minggu. Rider sama-sama berganti tempat, satu akhir minggu berusaha untuk tribune, serta akhir minggu selanjutnya di track yang serupa kemungkinan tidak,” kata Pedrosa, dikutip Crash.

“Tentunya, tanpa ada Marc, ada semakin banyak kesempatan buat beberapa rider lain. Tetapi selanjutnya, Marc ialah rider tidak sama, maka bila ia tetap naik tribune seperti umumnya, akan ada 2 orang lain di tribune.”

“Jadi saya pikirkan dengan Marc di track peluang untuk menang semakin lebih susah. Tetapi, tanpanya, kompetisi [Anda lihat] tetap ada,” papar Pedrosa, yang sekarang jadi tes pembalap KTM itu.

Petronas Yamaha SRT mengambil Valentino Rossi untuk pembalapnya di 2021. Team asal Malaysia itu memperjelas tidak membawa The Doctor sebab populeritas semata-mata.
Rossi resmi meneken kontrak bersama Petronas Yamaha untuk gelaran MotoGP 2021. Informasi masuknya juara dunia 9x itu dikatakan pada Sabtu (26/9/2020) atau satu hari sebelum balapan MotoGP Catalunya.

Rossi dikontrak bersama Petronas Yamaha semasa setahun. Pembalap 14 tahun itu akan diduetkan dengan anak didiknya di VR46 Academy, Franco Morbidelli, mulai musim depan.

Razlan Razali, bos Petronas Yamaha SRT, menyongsong positif masuknya Rossi ke teamnya. Diakuinya tertarik dengan semangat pembalap Monster Energy Yamaha itu untuk selalu tampil bersaing, walau sekarang ini telah mencapai kepala empat.

 

 

Razali menyanggah asumsi jika Petronas Yamaha mengambil Rossi buat memperoleh populeritas yang dapat dicapai bersama pembalap Italia itu. Ia memperjelas bila teamnya ingin meraih kemenangan bersama Valentino Rossi

“Salah sekali jika memandang kami ingin Rossi sebab populeritas yang ia miliki. Kami mengambilnya sebab semangat serta kemauan dianya buat tampil bersaing serta memenangi balapan,” kata Razali, diambil dari Speedweek.

“Kami akan berupaya membantunya serta kami mengucapkan terima kasih padanya sebab sudah memercayakan kami. Geser dari team pabrikasi ke kami itu tidak gampang, tapi ia sudah lihat apakah yang sudah kami lakukan semasa 2 tahun ini,” papar Razali mengenai masuknya Valentino Rossi ke Petronas Yamaha SRT.

 

Ganda Petronas Yamaha SRT akan start 1-2 di balapan MotoGP Catalunya. Mengejar Franco Morbidelli merampas pole position di kwalifikasi, diiringi Fabio Quartararo.
Pada session kwalifikasi di Circuit Montmelo, Sabtu (26/9/2020), Morbidelli pastikan start paling depan di putaran-putaran paling akhir dengan catatan waktu 1 menit 38,798 detik. Quartararo di belakangnya dengan beda 0,210 detik saja.

Valentino Rossi, yang barusan tanda tangan kontrak dengan Petronas SRT untuk musim 2021, nampak menjanjikan. Pembalap pabrikasi Yamaha itu lengkapi baris paling depan selesai merampas grid ke-3.

Pembalap Pramac Ducati Jack Miller akan coba meraih kemenangan pertama kalinya di Catalunya dari tempat ke-4. Pmbalap Australia itu mengakhiri kwalifikasi di muka Maverick Vinales serta Johann Zarco.

Joan Mir, yang tunggangi Suzuki, siap mengawasi dari baris ke-3 selesai tempati tempat ke-8 di belakang Pol Espargaro. Danilo Petrucci serta Brad Binder lengkapi 10 besar.

Hasil Lengkap Kualifikasi MotoGP Catalunya

1 Franco Morbidelli ITA Petronas Yamaha (YZR-M1)
2 Fabio Quartararo FRA Petronas Yamaha (YZR-M1)
3 Valentino Rossi ITA Monster Yamaha (YZR-M1)
4 Jack Miller AUS Pramac Ducati (GP20)
5 Maverick ViƱales SPA Monster Yamaha (YZR-M1)
6 Johann Zarco FRA Reale Avintia Ducati (GP19)
7 Pol Espargaro SPA Red Bull KTM Factory (RC16)
8 Joan Mir SPA Suzuki Ecstar (GSX-RR)
9 Danilo Petrucci ITA Ducati Team (GP20)
10 Brad Binder RSA Red Bull KTM Factory (RC16)
11 Takaaki Nakagami JPN LCR Honda (RC213V)
12 Miguel Oliveira POR Red Bull KTM Tech3 (RC16)
13 Alex Rins SPA Suzuki Ecstar (GSX-RR)
14 Francesco Bagnaia ITA Pramac Ducati (GP20)
15 Aleix Espargaro ITA Factory Aprilia Gresini

(RS-GP)

16 Cal Crutchlow GBR LCR Honda (RC213V)
17 Andrea Dovizioso ITA Ducati Team (GP20)
18 Alex Marquez SPA Repsol Honda (RC213V)
19 Iker Lecuona SPA Red Bull KTM Tech3 (RC16)
20 Stefan Bradl GER Repsol Honda (RC213V)
21 Bradley Smith GBR Factory Aprilia Gresini (RS-GP)
22 Tito Rabat SPA Reale Avintia Ducati (GP19)