Petronas Yamaha SRT mengambil Valentino Rossi untuk pembalapnya di 2021. Team asal Malaysia itu memperjelas tidak membawa The Doctor sebab populeritas semata-mata.
Rossi resmi meneken kontrak bersama Petronas Yamaha untuk gelaran MotoGP 2021. Informasi masuknya juara dunia 9x itu dikatakan pada Sabtu (26/9/2020) atau satu hari sebelum balapan MotoGP Catalunya.

Rossi dikontrak bersama Petronas Yamaha semasa setahun. Pembalap 14 tahun itu akan diduetkan dengan anak didiknya di VR46 Academy, Franco Morbidelli, mulai musim depan.

Razlan Razali, bos Petronas Yamaha SRT, menyongsong positif masuknya Rossi ke teamnya. Diakuinya tertarik dengan semangat pembalap Monster Energy Yamaha itu untuk selalu tampil bersaing, walau sekarang ini telah mencapai kepala empat.

 

 

Razali menyanggah asumsi jika Petronas Yamaha mengambil Rossi buat memperoleh populeritas yang dapat dicapai bersama pembalap Italia itu. Ia memperjelas bila teamnya ingin meraih kemenangan bersama Valentino Rossi

“Salah sekali jika memandang kami ingin Rossi sebab populeritas yang ia miliki. Kami mengambilnya sebab semangat serta kemauan dianya buat tampil bersaing serta memenangi balapan,” kata Razali, diambil dari Speedweek.

“Kami akan berupaya membantunya serta kami mengucapkan terima kasih padanya sebab sudah memercayakan kami. Geser dari team pabrikasi ke kami itu tidak gampang, tapi ia sudah lihat apakah yang sudah kami lakukan semasa 2 tahun ini,” papar Razali mengenai masuknya Valentino Rossi ke Petronas Yamaha SRT.

Manchester United masih susah datangkan Jadon Sancho dari Borussia Dortmund. Apa dikarenakan kedatangan olahragawan paling seksi ini?
Jadon Sancho telah dua musim paling akhir ini diisukan akan diambil Manchester United. Sancho dipandang bak kepingan puzzle yang hilang di baris serang.

Tidak ayal, winger berumur 20 tahun itu demikian beresiko di kotak penalti musuh. Musim kemarin saja di Bundesliga, Jadon Sancho mengepak 17 gol serta 17 assist di 32 performanya.

Dikutip dari Daily Star, harga yang mahal jadi unsur Jadon Sancho susah dihadirkan Manchester United. Satu lagi yang lagi jadi pembicaraan hangat belakangan ini, ialah kedatangan Alica Schmidt.

Alica Schmidt adalah olahragawan lari dari Jerman yang disebut untuk olahragawan paling seksi di dunia. Nah belakangan ini, dianya mempublikasikan sedang berlatih bersama beberapa pemain Borussia Dortmund.

 

 

Media-media Inggris menyebutkan, Alica Schmidt jadi pelatih kesehatan untuk timnya Jadon Sancho itu. Tetapi dalam pencarian detikSport, hal tersebut tidak betul.

Alica Schmidt adalah merek ambassador-nya Puma. Nah, Puma jadi sponsornya Borussia Dortmund.

Saling di bawah naungan Puma, Alica Schmidt bekerjasama dengan Borussia Dortmund. Pasti, maksudnya untuk kepentingan komersial.

Alica Schmidt memang berlatih bersama bersama beberapa pemain Borussia Dortmund seperti Thomas Meaner, Manuel Akanji, serta Felix Passlack. Alicia bagikan pengetahuan larinya.

 

 

Tempat latihannya juga ada di Brackel Pelatihan Complex. Yang akan datang kelak, bisa ada latihan bersama lagi di antara Alica Schmidt serta beberapa pemain Borussia Dortmund.

Tetapi beberapa warganet serta terutamanya fans Manchester United malah membuat rumor liar di sosial media. Kedatangan Alica Schmidt dipandang buat Jadon Sancho kerasan di Dortmund.

“Dortmund lakukan segala hal untuk meredam Jadon Sancho,” catat seorang warganet.

“Ya pada akhirnya kami ketahui mengapa Jadon Sancho tidak jadi ke MU,” catat warganet lain.

Nemanja Vidic menceritakan satu cerita yang tetap menjadi ‘misteri’. Masalah bentakan Sir Alex Ferguson ke Cristiano Ronaldo di Manchester United.
Cristiano Ronaldo, mega bintang sepakbola itu mengawali petualangannya dari Manchester United. Persisnya pada tahun 2003 waktu umurnya 18 tahun, dianya dibawa dari Sporting Lisbon ke MU.

Ronaldo berubah cepat semasa mengenakan seragam Setan Merah. Pasti, itu tidak terlepas dari peranan Sir Alex Ferguson untuk manajernya.

Sir Alex Ferguson dapat keluarkan kekuatan paling baik Cristiano Ronaldo. Selanjutnya lahirlah banyak gol dari kaki-kaki pemain harapan Portugal itu serta dapat menyapu banyak gelar termasuk juga tiga gelar Premier League.

 

 

Cristiano Ronaldo juga sampai menyebutkan Sir Alex Ferguson untuk ayahnya di kehidupan sepakbola

Juga Sir Alex Ferguson, seringkali didapati camera menunggu Cristiano Ronaldo yang baru menang gelar untuk merengkuhnya.

Tetapi, narasi Cristiano Ronaldo serta Sir Alex Ferguson tidak selalu indah. Ada satu waktu, saat si manager memarahi anak didiknya itu.

Dikutip dari Sport Bible, hal itu diutarakan bekas pemain Manchester United, Nemanja Vidic. Bagaimana ceritanya?

“Satu hari di session latihan, Sir Alex Ferguson memarahi Cristiano Ronaldo dengan keras di depan orang-orang,” tuturnya.

“Cristiano Ronaldo nampak tidak suka, wajahnya nampak susah. Menurut saya, ia tidak senang diperlakukan semacam itu. Lumrah sich, ia waktu itu masih 20-an tahun kok masih terbilang muda sekali,” lanjut Vidic.

 

 

Tetapi hari selanjutnya, situasi telah cair kembali lagi. Tidak perlu waktu lama, Sir Alex Ferguson serta Cristiano Ronaldo telah baik-baik saja.

“Kelihatannya Sir Alex Ferguson sadar dengan yang dilakukan. Ia tidak memarahi Ronaldo,” jelas Vidic.

Vidic sendiri tidak menguraikankan, kenapa Sir Alex Ferguson sampai memarahi Cristiano Ronaldo. Dapat jadi, masalah implikasi taktik yang diberi tidak dilaksanakan secara baik oleh Ronaldo.

Tetapi pasti, rasa-rasanya tidak ada sakit hati dari Cristiano Ronaldo. Karena satu waktu, dianya sempat diberi pertanyaan bagaimana memvisualisasikan seorang Sir Alex Ferguson.

“Sir Alex Ferguson ialah seorang yang fenomenal. Saya banyak belajar darinya,” kata Ronaldo seperti dikutip dari CNN.