Chelsea jadi club Premier League yang sangat agresif berbelanja pada musim panas. Chelsea memang seharusnya jor-joran sesudah kehilangan Eden Hazard.
The Blues melepaskan Hazard ke Real Madrid dengan transfer sebesar EUR 100 juta euro di musim panas tahun kemarin. Sepanjang 7 tahun mengenakan seragam biru, pemain tengah hebat Belgia itu sudah mengepak 110 gol plus 92 assist untuk menolong memenangkan 2 gelar Liga Inggris, 1 Piala FA serta Piala Liga, serta 2x Liga Europa.

Dari sisi individu, kedahsyatan Hazard di sepakbola Inggris disadari dengan beberapa penghargaan. Hazard pernah didapuk untuk Pemain Terbaik PFA, Pemain Muda Terbaik PFA, serta 4x masuk ke Team Terbaik PFA.

Sesudah jalani larangan hukuman transfer, Chelsea royal di bursa transfer. Sang Biru habiskan lebih dari 200 juta pound sterling untuk membawa Timo Werner, Kai Havertz, Hakim Ziyech, Ben Chilwell, serta Edouard Mendy.

Manager Chelsea Frank Lampard menjelaskan, Chelsea perlu berbelanja untuk memotong jarak dengan Liverpool serta Manchester City dalam pemburuan titel juara. Ditambah lagi, the Blues telah ditinggalkan salah satunya pemain sangat vitalnya.

“Untuk saya, kami kehilangan pemain yang kemungkinan terbaik di liga,” papar Lampard diambil Standar. “Kami tidak dapat lakukan usaha menjadi pekerjaan yang kami lakukan ialah yang di lapangan di musim kemarin. Team-team yang berhasil berusaha untuk ada dalam serta di seputar 6 besar belanja lagi di panas musim ini.”

“Mereka mempunyai peluang dengan beberapa pemain yang telah mereka membeli di tahun kemarin untuk masukkan ke team mereka serta kami hadapi team-team di atas kami, lokasi yang pengin kami raih, di mana kami mempunyai tujuan memperolehnya, yang sejauh ini sudah membuat tim mereka untuk waktu lama.”

“Kami pengin membuat tim kami. Kami telah melepaskan 2 jendela transfer serta saat ini kembali lagi serta kami telah bawa beberapa pemain dengan keinginan supaya bisa tingkatkan kami,” simpul Lampard mengenai dibalik berbelanja besar Chelsea.

Jakarta – Kemenangan 1-0 Tottenham Hotspur atas Everton dalam kelanjutan Premier League yang diadakan Selasa (7/7/2020) pagi hari WIB di Tottenham Fase, London, tidak lalu membuat Jose Mourinho berangan-angan masalah kesempatan anak asuhannya maju ke pertandingan Eropa musim depan.

Nakhoda asal Portugal pilih konsentrasi jaga kestabilan perform anak-asuhnya. “Pertandingan Eropa? Kita melihat kelak. Untuk sekarang ini hal tersebut tidak jadi konsentrasi kami. Ada lima laga sisa, beberapa pemain akan konsentrasi menjalaninya tahap by tahap, hasil akhir kita melihat kelak. Pokoknya kami coba finis di tempat sebaik-baiknya,” tutur Jose selesai pertandingan.

Hasil positif kontra Everton tidak membuat tempat Tottenham melonjak jauh ke kompetisi atas. Harry Kane dkk. masih berada di tempat ke-8 dengan koleksi 48 angka dari 33 pertandingan. Mereka ketinggalan jauh dari Chelsea (57) yang berada di tempat empat besar yang dibuntuti Manchester United (55) serta Wolverhampton Wanderers (52).

Tempat Spurs belum aman. Mereka mungkin disodok Sheffield United yang mengumpulkan point sama tetapi kalah beda gol.

Ada fakta Jose Mourinho menganti rasio prioritasnya. “Bukan lantaran saya berasa pesimis, tetapi sesudah lihat situasi riil yang berada di dalam team, sejak saya jadi manager, saya lihat ada masalah lain sebagai pekerjaan rumah besar,” kata Jose.

Jose Mourinho serta Ancelotti Pusing Berjamaah: Melatih Club Tanpa ada Mentalitas Juara

Menurut manager asal Portugal itu, permasalahan penting yang ditemuinya untuk pelatih Tottenham, ialah mentalitas beberapa pemainnya. “Tidak gampang untuk bangun, sesudah satu team alami periode jelek yang lumayan panjang. Saya ingin lakukan beberapa hal, tetapi dengan kekurangan waktu hal tersebut tidak kemungkinan dapat saya kerjakan sekarang ini . Yang paling penting sekarang ini finis sebaik-baiknya, kemudian lakukan penilaian hingga kami semakin siap memandang musim baru,” tutur Jose Mourinho.

The Special One berkata, nasib yang dirasakannya dirasa Carlo Ancelotti di tim Everton. “Mr. Carlo, seperti juga saya ingin lakukan beberapa hal untuk bikin team ini lebih bagus, tetapi hal tersebut susah saat kami berdua masuk di tengah musim,” tutur Jose.

“Permasalahan mentalitas penting di team saya. Serta saya telah menjelaskan hal tersebut ke semua pemain saya. Mereka yang dapat merubahnya,” imbuhnya lagi.

Mempertajam Diri

Di lain sisi, Carlo Ancelotti memberi komentar hasil pertandingan yang cukup mengecewakannya. Everton kuasai jalannya laga, tetapi mereka tidak berhasil membuat kesempatan emas yang mencelakakan Tottenham Hospur.

“Kami kehilangan banyak bola ke-2. Kmi sedikit kurang mujur, kami dapat melakukan perbuatan semakin banyak. Kami harus terus berusaha. Tottenham tidak mempunyai banyak kesempatan. Laga barusan ialah pertarungan di baris tengah. Di set ke-2 kami unggul. Kami tidak mempunyai banyak kesempatan tapi kami mempunyai semakin banyak kuasai bola,” tutur arsitek asal Italia itu.

Sama dengan mitranya, Ancelotti menyorot mentalitas anak-asuhnya.

“Kami harus mengganti mentalitas kami (menantang team-team top), itu satu hal normal. Hal tersebut harus diasah hari untuk hari. Kami harus terus berusaha agar bisa satu tempat di pertandingan Eropa, kami masih mempunyai kesempatan.”

Sumber: BBC