LeBron James mengenai Keutamaan Kedatangan Udonis Haslem untuk Heat

Posted on

Game 2 final NBA 2020 di antara Los Angeles Lakers serta Miami Heat jadi punya Lakers. Heat yang turun tanpa ada Goran Dragic serta Bam Adebayo telah berusaha semaksimal mungkin untuk membendung Lakers. Tetapi, performa bagus duet LeBron James serta Anthony Davis seakan tidak dapat disetop. Kedua-duanya satu kali lagi jadi tokoh penting dalam kemenangan-kemenangan Lakers.

Tetapi, selain performa bagus kedua-duanya, game 2 mendatangkan satu panorama menarik di kursi cadangan Heat. Di kuarter tiga, pemain paling veteran di Heat, Udonis Haslem, terlihat geram-marah ke rekanan satu teamnya. Haslem serta duduk di bangku pelatih serta memberi omongan panjang tiada henti. Semua pemain Heat lihat ke arahnya dengan tatapan serius serta cukup tegang.

Panorama itu juga menebar luas serta jadi pembicaraan di sejumlah sosial media

LeBron yang pernah bela Heat serta meraih dua cincin juaranya bersama UD (panggilan Haslem) juga turut mulai bicara tentang ini.

“Saya benar-benar tidak kaget lihat apakah yang UD lakukan serta tanggapan pemain Heat. Anda dapat melihat resume bermainnya, segampang itu,” membuka LeBron dikutip Miami Herald. “UD ialah pemain yang tetap kerja keras selama profesinya. Dia sudah melalui segala hal yang Heat –sebagai organisasi- lalui. Dia lihat semua, dia lakukan semua bersama Heat. Sedikit orang yang mengulas mengenai UD serta pencapainnya, tetapi dia jelas satu diantara sosok utama di Heat. Bila Anda ada di tempat susah dengan penuh desakan, UD ialah orang yang ingin Anda bawa serta bersama.”

Sama seperti yang dibahas LeBron, UD memang wajar disebutkan legenda Heat, bahkan bisa saja legenda paling besar Heat, melewati Dwyane Wade. Semenjak masuk di NBA pada 2003, UD tetap bersama dengan Heat. Atas landasan ini, perkataan LeBron tentang UD jadi benar-benar logis. Di saat-saat susah, UD ada disana. Juga begitu waktu Heat ada di titik paling tinggi dengan 2 titel juara berturut-turut, pemain asli Miami ini berada di sana.

Di umur 40 tahun, UD memang tidak diinginkan dapat memberikan efek langsung di pertandingan. Erik Spoelstra jelas benar-benar tidak punya niat mainkan UD, bukan itu lagi peranannya. Dengan jejeran pengalaman yang dia punyai, UD diinginkan menjadi tutor untuk semua pemain yang ada serta sama seperti yang dia perlihatkan di game 2 dan game musuh Boston Celtics beberapa lalu, UD diinginkan menjadi api yang tetap membakar semangat Heat.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *